Kisah Tragedi Memilukan di Danau Maninjau

Salah satu daerah di Indonesia yang menyimpan banyak legenda misterius adalah sumatera barat. Dipenuhi dengan bukit, danau, gunung dan berbagai macam keindahan lainnya membuat sumbar menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi para pelancong. Bukan hanya alam nan indah, sumbar juga memiliki berbagai macam kuliner yang sangat lezat dan nikmat dengan cita rasa khas dari daerah tersebut.

Diketahui suku minangkabau adalah suku yang berdomisili di sumatera barat, sehingga mayoritas penduduk di sumbar adalah orang minang. Dengan bahasa tersendiri, logat dari suku minang juga sangat berbeda dari suku lainnya. Indah sekali sumatera barat karena menyimpan banyak budaya yang masih sangat kental.

Perjalanan saya bersama tim TravelGaul @travelgaul dilanjutkan dengan mampir di salah satu danau terbesar di Sumatera Barat, yaitu danau Maninjau. Perlu diketahui, ada dua buah danau besar di Sumbar, yaitu Danau Maninjau didekat Bukit Tinggi, dan Danau Singkarak yang terletak lebih dekat dengan kota Padang Panjang atau kota Solok.

Dari kelok 44 sebenarnya sudah terlihat kecantikan dari danau Maninjau, sayangnya saat itu kami tidak sempat mampir ke Bukit Lawang (salah satu lokasi terbaik untuk melihat Danau) dikarenakan matahari yang sudah mulai turun. Kelok 44 sangat berbahaya ketika gelap karena tak ada lampu di sepanjang jalan.

Ternyata, keindahan danau Maninjau ini menyimpan suatu kisah pilu. Kisah legenda seorang pemuda yang cintanya tak terbalaskan karena adanya hubungan darah.

Alkisah, di zaman dahulu kala, terdapat 9 orang pemuda yang saling bersaudara dari 9 desa yang berbeda. Diantara mereka ada satu gadis yang menjadi bunga desa. Gadis itu sendiri memiliki hubungan darah / keluarga dengan 9 pemuda itu. Karena kecantikannya, ada 2 pemuda yang tertarik dan jatuh hati pada gadis itu. Mengetahui bahwa ternyata pemuda dan gadis itu memiliki hubungan keluarga, sang pemuda sakit hati dan memendam rasa cintanya. Lalu pemuda itu pernah berjanji jika cintanya tidak terbalaskan, dia akan melompat ke kawah gunung Marapi. Tak disangka, pemuda itu benar-benar melompat ke dalam kawah, dan kawah itu tiba-tiba meledak. Seluruh isi kawah menutupi isi desa dan menenggelamkan 8 pemuda lainnya. Hancuran dari kawah tersebut akhirnya menjadi sebuah lubang besar yang sekarang disebut danau Maninjau.

Legenda ini masih dipercaya hingga sekarang. Hmmm, kalau saya sendiri sih jika cinta tak terbalas, lebih baik melakukan hal yang lebih positif misalnya travelling. Setuju?